Monday, May 17, 2010

hukum tiup lilin



assalamualaikum...

:D

okay, few days before i ada sembang ngan family,
dan dorang cakap tiup lilin time birthday adalah haram..
hurmm, haram??? ye ke?? until now, i rasa HARAM is too much --> opinion je
i thought just makruh je sbb mmg ikut budaya barat..
anyway...
i taknak bangkang2 kalo bab2 hukum ni,
bukan bleh buat main2..

^_^
adoyai, i tiup lilin time birthday i ritu maa..
i betol2 tak tahu ye kalo betul hukumnya haram..
and i sure mesti ramai yg tak aware kan?
huhuhuhu


so, i google for this case and kebanyakan yg i jumpa suma artikel dr blog2
kesemuanya mcm x ada jawapan yang kukuh,
then i rasa ini yg agak okay la walopun dlm bahasa indon hehe
itupun, still, pelbagai pendapat huhu
fening, fening pala otak den :(

originally taken from : http://www.eramuslim.com

Boleh tidaknya perayaan hari ulang tahun, baik kelahiran maupun perkawinan kini sedang menjadi perdebatan di kalangan ulama di Arab Saudi. Perdebatan dipicu oleh pernyataan ulama Saudi Syaikh Salman al-Oadah dalam sebuah siaran televisi, yang mengatakan bahwa Muslim boleh merayakan ulang tahun kelahiran atau perkawinan.

"Dibolehkan untuk merayakan hari kelahiran seseorang atau merayakan peristiwa-peristiwa yang membahagiakan seperti ulang tahun perkawinan. Dibolehkan pula melemparkan karangan bunga ke arah teman-teman atau kerabat, " kata Syaikh Salman dalam sebuah acara di MBC, salah satu stasiun televisi yang populer di Arab Saudi.

"Ini bukan perayaan hari keagamaan, cuma perayaan biasa dengan teman-teman. Tak ada yang salah dengan itu semua, " sambungnya.

Tidak semua ulama di Saudi setuju dengan pendapat Syaikh al-Oadah. "Dengan segala hormat dengan ijtihad yang dilontarkannya, tapi Syaikh Salman salah dalam hal yang satu ini, " kata Syaikh Abdullah bin Maneia, anggota Otoritas Ulama Senior, salah satu lembaga keagamaan tertinggi di Saudi.

Menurut Maneia, perayaan-perayaan seperti ulang tahun dan sejenisnya berasal dari budaya Barat, bukan dari budaya Islam. "Kita, sebagai Muslim harus punya identitas sendiri yang membedakan kita dari yang lain, " tukas Maneia.

Pernyataan itu diamini oleh Dr Muhammad el-Nujjimi, anggota Akademi Fiqih Islam. Ia mengatakan, perayaan ulang tahun kelahiran atau perkawinan adalah budaya yang asing bagi masyarakat Saudi dan hanya produk yang meniru budaya Barat. "Dr al-Oadah selayaknya tidak mengeluarkan fatwa dalam masalah ini dan harus mengkajinya lebih jauh, " kata al-Nujjimi.

Meski demikian, ada sejumlah ulama yang mendukung pendapat Syaikh al-Oadah, di antaranya mantan rektor Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad, Dr Saud el-Fanissan. Ia menyatakan, perayaan ulang tahun tidak jadi masalah asalkan pelaksanaanya tidak meniru budaya Barat, misalnya dengan menyalakan lilin dan meniupnya.

"Perayaan semacam itu (dengan tiup lilin) tidak bisa diterima karena meniru budaya Barat. Tapi jika perayaannya tidak disertai ritual-ritual semacam itu-tiup lilin dan sejenisnya-boleh-boleh saja, " jelas el-Fanissan.

Ia menambahkan, umat Islam boleh membuat perayaan saat kelulusan sekolah, saat sembuh dari sakit dan perayaan lain yang serupa. El-Fanissan juga menyatakan setuju dengan pendapat al-Oadah untuk tidak menggunakan kata Eid (bahasa Arab yang artinya perayaan) untuk perayaan-perayaan semacam itu. Karena dalam Islam hanya ada dua perayaan, yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. (ln/iol)

so, you all ada hujah2 yg lagi meyakinkan x?

xoxo
so much we just not care!

No comments: